Subscribe:

Rabu, 28 September 2011

ANALISA KASUS REMAJA ; KONSEKUENSI POLA ASUH ORANG TUA


Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, dimana remaja itu dihadapkan pada posisi dewasa namun disamping itu juga dia masih terbawa pada masa anak-anak. Masa remaja juga masa percobaan, dimana mereka pada saat itu suka melakukan hal-hal baru, mereka coba-coba terhadap hal yang menurut mereka asing, menarik, dan bergensi pada saat ini. Seperti halnya minuman keras, obat-obatan, narkoba, dan seks. Dan dalam hal ini peran orang tua sangat penting terutama dalam pola pengasuhan meraka terhadap remaja. Remaja bisa saja menjadi kawan dan juga menjadi lawan / musuh bagi orang tuanya sendiri, itu semua tergantung bagaimana pola pengasuhan yang diterapkan.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas saya akan mengungkap adanya kasus remaja akibat pola asuh yang salah dari orang tuanya. Contoh disini orang tua yang menerapkan system pola asuh otoritas penuh terhadap remaja dimana orang tua memberi kebebasan secara penuh terhadap remaja. Hal ini memang baik untuk membentuk pribadi remaja yang berani dan ekspresif namun, dibalik kebebasan itu orang tua harus turun langsung sebagai pengawas. Karena kalau tidak demikian remaja akan seenaknya sendiri, lepas kendali, dan yang paling parah bisa menjadi lawan / musuh orang tuanya.

Ini juga yang dialami oleh remaja usia 16th yang bernama Bunga. Dia gadis manis yang terlahir dari keluarga tak punya dan orang tuanya berpenghasilan pas-pasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bunga adalah anak perempuan ke-5 dari 6 bersaudara, dia termasuk anak yang patuh dan rajin, sayang karena orang tuanya dulu hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar, sehingga dalam hal pendidikan mereka kurang memperhatikan mereka memberi kebebasan kepada anaknya. Akan tetapi walaupun demikian mereka menyekolahkan anak-anaknya sampai SMA ada juga yang cuma sampai SMP. Dan bunga termasuk anak yang mengenyam pendidikan sampai SMP, dia tidak mau melanjutkan sekolah bukan karena larangan orang tua ini adalah kemauannya sendiri dengan alasan otaknya sudah tidak sanggup untuk berfikir, malas belajar, dll.
Mengenai kehidupan sehari-hari keluarga bunga merupakan keluarga yang terkenal kepenakan orang tuanya dalam semua hal, mudah terpengaruh dan enak diajak ngomong. Seperti, orang tuanya membebaskan anaknya untuk berpacaran dan jika ada teman laki-laki anaknya main dibiarkan begitu saja sampai larut bahkan nginep, tidak menghiraukan apa yang akan terjadi karena mereka percaya anaknya bisa jaga diri.. Selain itu, orang tua bunga juga memberi kebebasan untuk bekerja bagi anak-anaknya, tidak peduli akan dimana dan dengan siapa anaknya bekerja bahkan bagaimana keadaan lingkungan kerjanya seperti apa mereka tidak mau tahu, saking percayanya mereka pada anak-anaknya.
Ketidakpedulian orang tua bunga membawa dirinya kepada hal yang tidak semestinya dialami remaja seusianya, dia bekerja dan karena lingkungan dia pun berubah menjadi anak yang mulai membantah dan nakal. Sampai suatu ketika angin ribut membawanya kealam bawah sadarnya, sehingga dengan ketidaksadarannya dia melakukan sesuatu sebagaimana yang dilakukan layaknya suami istri. Hal itu merupakan adat yang dilakukan oleh anak muda yang berpacaran pada saat ini. Akan tetapi yang membuat keluarganya kecewa dan shock dengan kelakuan anaknya, karena dia melakukan hal yang menjijikan itu dengan tetangga dekatnya sendiri, dimana coba muka mereka akan disembunyikan…??
Dari kejadian yang dialami bunga tersebut akhirnya orang tuanya pun sadar bahwa ini semua terjadi bukan semata-mata karena kesalahan mereka, tetapi juga karena kesalahan mereka yang terlalu besar memberi otoritas terhadap kehidupan anak-anaknya tanpa turut andil didalamnya.

Dari sedikit kasus remaja yang menyedihkan diatas, dapat diambil pelajaran bahwa:
  1. Remaja adalah aset yang berharga maka jaga dan rawat dia sampai saatnya benar-benar dia menjadi investasi yang mahal.
  2. Orang tua adalah orang pertama yang akan menjadikan remaja itu aset yang bernilai tinggi atau aset yang tidak ada nilainya sama sekali,
  3. Oleh karena itu orang tua sebaiknya tidak boleh sembarangan dalam memilih pola asuh.
  4. Diberi kepercayaan adalah kebanggaan dari seorang remaja, akan tetapi hal itu perlu diimbangi dengan adanya pengawasan dari belakang.